www.sahidsaputro.wordpress.com

tanggal 1 bulan november 2009. hari minggu yang panas

saya memberi tema hari ini adalah ngebo.
berasal dari kata kebo alias kerbau. bayangkan jika si kebo sedang kekenyangan dan tidak ada kerjaan
ia akan berkubang dan ya, hanya itu yang dilakukan. Bermalas-malasan lebih tepatnya

saya akan memulainya dari kejadian sehari sebelumnya.
pagi-pagi sekali(bohong, udah jam 9 soalnya), program mencuci nasional dimulai. sok mandiri sebenarnya.
jika menggunakan jasa laundry borongan per bulan, biayanya tidak terlalu mahal.
hanya saja rasa malas ini harus dibuang jauh-jauh.
bayangkan, hal kecil seperti mencuci saja tidak bisa dilakukan.
tidak sempat menjadi alasan mujarab.
seandainya tumpukan pakaian kotor bisa hilang dengan sendirinya dan berubah menjadi tumpukan pakaian rapi didalam lemari(malasnya kumat lagi)

jalan kaki, naik angkot, jalan kaki lagi, melewati jembatan penyeberangan, nunggu di halte busway,
hampir ketiduran di busway, nyumpahin supir busway yang asal-asalan(nyusahin ibu yang bawa bayi soalnya),
nyumpahin supir busway lagi(kali ini gara-gara ngebut pasa jalannya gak rata, hampir jatuh dari kursi),
nunggu mas indra di halte harmoni, ke arah kota…yee,sampe glodok.Akhirnya.

bajak-membajak mode : on. beli bajakan lagi, asik2, murah2.(ps: yang dibeli cuma film luar koq, ngeles lagi)
sampai kos jam 8,anjrit.
lupa. di kos lagi ada pesta ulang tahun anaknya ibu kos, ultah ke 4(cuma jadi kedok)soalnya malah bikin dangdutan. oh shit! acaranya persis di depan kamar…berisik, suaranya gede banget, bayangkan sound system buat pesta nikahan, dimasukin ke garasi motor dan sialnya tepat di depan kamar.
dan acara saweran pun dimulai(masih mengutuk).
aaaarrrgghhhhhh.selesainya udah jam 12, gendang telinga sudah berdengung dari td. fuuh.

keesokan harinya. kesiangan.
mari ngeebooo.
hanya ngebo, bukan yang lain.
seharusnya saat-saat ini bisa buat mengerjakan kompetisi yang rada deket deadline nya, tapi malah bisanya siang, sementara yang lain pada gak bisa kalo siang.
jadilah hari ini hanya bermalas-malasan di kamar, berguling-guling, melahap film bajakan plus cemilan.
film selesai, putar lagi yang baru, ngemil- ngemil, begitu seterusnya, mulai dari king arthur(lha, koq cuma 1 cd, satunya lagi mana? berhubung cuma minjem,mmm, mungkin ketinggalan.padahal lagi seru-serunya.),
the note book, about a boy, csi-miami,B 13 U 2nd, shinobi, coffe prince, angel and demons,
distric 9 yang dvd nya rusak di tengah jalan, coffe prince no 1, amelie, dragon ballz yang nyesel nonton nya,
city of god 2, finding neverland, big fish yang keren, the soloist(keren banget)dan revolution road yang aneh.
hiyaa..selesai

malam hari. ngebo telah selesai. ke warung padang, makan dengan kenyang, balik lagi ke kos.
sempet nonton liga indonesia satu babak, sambil liat apa kabar indonesia.
lagi bahas korupsi, semakin menyebalkan saja si buaya.
saya masih berpositif thinking, ini hanya ulah orangnya saja, keren nya lagi oknum.week.
setelah itu, acara tv terakhir saya hari ini, tatap muka.
banyak penulis hebat di luar sana. yang sebenarnya siapapun bisa belajar menjadi penulis. berguna bagi orang lain.
kalo kata gola gong, penulis balada si boy, ada 4 hal yang menjadi dasar menulis, pertama mendengar,
kedua bicara, ketiga membaca dan keempat menulis.
kalo kata raditya dika, dia lahir untuk lahir sebagai kutu buku, yang disekolah mojok sambil baca, bikin buku harian sejak kelas 4 sd, yang akhirnya lari ke komputer,
game, menulis blog, script writer dan pengen nge direct film sendiri.

saya lumayan terinspirasi dengan kedua tokoh terebut.
gola gong, si penulis bertangan satu. dan raditya dika, si kambing jantan.
semoga saja bangsa ini semakin cerdas.
bukan bangsa menikmat acara busuk dan sinetron brengsek di tv.
bangkit Indonesia!!!

saya sedang tidak bertenaga

100_3888

ACG…

walaupun tidak semua orang muncul, beberapa telah pergi...
dan beberapa lainnya masih belum bergabung saat moment ini direkam, 
saya merasakan begitu cepatnya orang muncul dan menghilang...

people come..people go..too fast

flash disc 2 gb berserakan di lantai, isinya mungkin tinggal beberapa puluh mega byte. di sampingnya, sebuah mouse putih yang mulai kumal berkedip-kedip. berwarna-warni, tiada henti. beberapa jari kaku menekan kasar tombol keyboard laptop. sedang menulis. mengisi waktu sambil mendengar sayup-sayup suara pembawa acara metro sport. tv tuner nyaris terinjak antena nya sendiri, jika saja kabel-kabel tidak berseliweran disekitarnya.

suara berdengung, kasur akan segera digelar.saya ngantuk

saya akhrnya ingat bangsa ini sudah merdeka… bukannya hutang kita menggunung yak…saya harus urunan berapa rupiah ya? cucu-cucu saya nantinya juga harus memberi bagian kayaknya. pengangguran juga masih banyak ya, yang terdidik pula. budaya membaca dan menulis juga masih rendah.

okeh2..cukup.

saya hanya bisa bilang … merdeka!!!
bendera1

IMG_0647ffffffffffhhhh

di perempatan jalan

asap knalpot memenuhi jalur pernapasan saya, masih bersabar menunggu lampu hijau menyala

beberapa pengendara sudah mulai tidak sabar, memainkan gas dan klakson.

hijau juga akhirnya, walaupun penantian belum berakhir. baru melintas setengah jalan, kereta api memaksa bersabar lagi.

sudah sedari tadi, tanggan nya menengadah. meminta bagian rejeki hari itu.

sambil bercanda dengan teman sebaya senasib di sekitarnya. sudah ratusan kendaraan memberinya bagian, hanya asap tentu saja.

mereka masih bisa tertawa.

saat pengendara mengerutkan dahi, memaki-maki kemacetan lalu lintas.

masih tertawa, bersenda gurau tanpa alas kaki.

IMG_0593mmmmmmm

Wisma Darmala, Surabaya.

Architect : Paul Rudolph

Bangunan ini sempat menggemparkan khalayak arsitektur Indonesia.

Dimana inilah salah satu bangunan pertama yang dirancang arsitek kaliber dunia di Indonesia, selain Wisma Dharmala Jakarta.

jika ada pertanyaan, apakah film dapat merubah hidupmu?
saya akan langsung menjawab, iya. kesukaan akan menonton film diawali dengan keprihatinan akan tayangan di televisi Indonesia yang menurut saya masih sangat buruk. dan saya memutuskan untuk hanya menyaksikan segelintir acara tertentu di tv, selebihnya sebaiknya layar tv berwarna hitam gelap alias mati.
film pertama yang membuat saya jatuh hati adalah the ring, plus sekuel nya the ring 2 dan 0. film horor jepang yang membuat saya tidak bisa tidur malam harinya. saya masih duduk di bangku sd saat itu.
film selanjutnya yang saya suka adalah the game, acting michael douglas keren abis. saya tidak pernah menyengka ending film nya akan seperti itu. cerita yang sangat hebat.

sejak saat itu saya mulai melahap baerbagai jenis film. mulai dari drama, animasi, thriller, action, ato apalah jenis filmnya, selama bagus akan saya lahap.

harry potter and the half blood prince menjadi film yang baru saja saya tonton. mungkin yang paling keren dari lima sekuel film lainnya. memang kesan drama lebih terasa, namun alur cerita jadi lebih mengalir dan kekuatan ceriatanya sangat terasa. dengan efek dan action yang juga tidak kalah walaupun dengan porsi waktu yang lebih sedikit. emosinya menjadi sangat kuat, saat dumbledore meninggal, saat gini yang mengejar harry saat akan menghadapi bellatrix dan greyback. dan juga saat ron kena ramuan cinta. film nya jadi sangat keren. layak masuk nominasi oscar sepertinya.

dan saya akan terus menjadi penggila film. saya juga masih menunggu film-film indonesia berkualitas, seperti king, garuda di dadaku, laskar pelangi, maupun fiksi

beberapa hal sangat mengganggu, mendung melingkupi seantero bumi.
ujian jelas terasa berat untuk kaum muslim. ketabahan dan gigih berjuang harus jauh lebih dari sebelumnya. mulai dari palestina, philipina, thailand, kosovo, bosnia, hingga yang terakhir di Urumqi, china.

China Protest

disadur dari yahoonews.com

China raises death toll from ethnic riots to 184

By WILLIAM FOREMAN and GILLIAN WONG, Associated Press Writers William Foreman And Gillian Wong, Associated Press Writers – 2 hrs 48 mins ago

URUMQI, China – China raised the death toll from riots in Xinjiang to 184, state media said Saturday, adding that most of those killed were Han Chinese in the first ethnic breakdown of the number since communal violence erupted in the far west.

The official Xinhua News Agency said 137 victims were from the dominant Han group, 46 were Uighurs, and one was a Hui Muslim, citing the regional government’s information office.

Overseas groups and even some Uighurs in Urumqi challenged those numbers, citing persistent rumors that security forces fired on Uighurs during their original protest and in following days. Turkey’s prime minister compared the violence to genocide.

The previous death toll was 156. Xinhua gave no details on the newly reported deaths, including whether any were from Tuesday, when Han men seeking revenge for violence during the initial riots marched through the streets with clubs and cleavers, trying to push past police guarding minority neighborhoods.

On Saturday, paramilitary police carrying automatic weapons and riot shields blocked some roads leading to the largely Muslim Uighur district of the city, and groups of 30 marched along the road chanting slogans encouraging ethnic unity.

Some shops were still closed, and a police van blared public announcements in the Uighur language urging residents to oppose activist Rebiya Kadeer, a 62-year-old Uighur businesswoman who lives in exile in the U.S., whom China says instigated the riots. She has denied it.

Kadeer, president of the pro-independence World Uighur Congress, and other overseas activists say that many more Uighurs have died than the number confirmed by Chinese officials. They accuse authorities of downplaying the toll to cover up killings by Chinese security forces.

Kadeer has said she believes at least 500 people have been killed in the riots. Other overseas groups have put the toll even higher, citing reports from Uighurs in China.

China has said it took steps to restore stability after the riot, but has not explained why so many people died.

Uighurs in Urumqi also said they feared their death toll is much higher but were wary of talking about the numbers.

“I’ve heard that more than 100 Uighurs have died, but nobody wants to talk about it in public,” said one Uighur man who did not want to give his name, saying the situation was sensitive.

A Han Chinese man who would only give his surname, Ma, meanwhile, said he thought the government numbers were correct.

Prime Minister Recep Tayyip Erdogan of Turkey — where daily protests have voiced support for the Uighurs with whom Turks share ethnic and cultural bonds — urged Beijing to prevent attacks on the minority group.

“These incidents in China are as if they are genocide,” said Erdogan. “We ask the Chinese government not to remain a spectator to these incidents. There is clearly a savagery here.”

The violence last Sunday followed a protest against the June 26 deaths of Uighur factory workers in a brawl in southern China. The crowd then scattered throughout Urumqi, attacking Han Chinese, burning cars and smashing windows.

Many Uighurs who are still free live in fear of being arrested for any act of dissent.

Thousands of Chinese troops have flooded into Urumqi to separate the feuding ethnic groups, and a senior Communist Party official vowed to execute those guilty of murder in the rioting.

A report in the Urumqi Evening News on Friday said police caught 190 suspects in four raids the day before.

The government believes the Uighurs should be grateful for Xinjiang’s rapid economic development, which has brought new schools, highways, airports, railways, natural gas fields and oil wells in the sprawling, rugged Central Asian region, three times the size of Texas.

But many of the Turkic-speaking Uighurs, with a population of 9 million in Xinjiang, accuse the dominant Han ethnic group of discriminating against them and saving all the best jobs for themselves. Many also say the Communist Party is repressive and tries to snuff out their Islamic faith, language and culture.

Halaman Berikutnya »